Terungkapnya Misteri Bangunan Candi Borobudur

0

Terungkapnya Misteri Bangunan Candi Borobudur. Candi borobdur merupakan salah satu peninggalan sejarah yang snagat terkenal di dunia dan masuk dalam keajaiban dunia, candi yang terletak di magelang jawa tengah ini sejak dulu banyak mengundang perdebatan khususnya tentang sejarah pendirian candi terbesar di dunia inji. Salah satu perdebatan yang saat ini masih menarik adalah misteri arsitektur bangunan yang beberapa tahun yang lampau sedikit demi sedikit mulai terkuak, berikup cuplikan beritanya :

borobudur candi

Informasi mengenai temuan baru tentang sebuah peradaban memang selalu menarik untuk diperb incangkan. Begitupula dengan temuan ilmiah tentang jejak peradaban kuno yang sangat dibanggakan oleh bangsa Indonesia dan merupakan salah satu dari keajaiban dunia. Ya, Borobudur. Bangunan peninggalan abad ke 9 ini memang menarik untuk dikaji dan diteliti lebih dalam. Selain sebagai bangunan saksi sejarah masa lampau yang mengandung nilai filosofis, nilai religius dan nilai seni yang tinggi ternyata Borobudur juga menyimpan misteri di balik struktur bangunannya yang megah dan kokoh. Keajaiban struktur bangunan ini menimbulkan banyak tanda tanya dan decak kagum sekaligus membuat para peneliti begitu tertarik untuk mengungkap misteri teknologi yang diterapkan dalam pembangunan candi terbesar di dunia ini.

situs poker terpercaya – Ternyata Tim Katastropik Purba menemukan jawabannya. Tim yang dibentuk untuk meneliti bencana purba yang bersifat katastropik itu mendapatkannya dari kelompok peneliti muda Bandung Fe Institute. Mereka melakukan riset di 10 tempat peninggalan peradaban masa lalu.

Diceritakan Ketua Tim Katastropik Purba, Erick Ridzky, beberapa bulan lalu tim yang dibentuk kantor Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana itu mendengarkan paparan dari peneliti muda Bandung Fe Institute yang sedang melakukan riset di 10 tempat peninggalan peradaban masa lalu. Sekedar catatan, Bandung Fe institute menjadi mentor resmi untuk International Conference of Young Scientist. Mereka juga telah masuk dalam First Step to Novel Prize. Adapun nama-nama peneliti muda itu adalah Hokky Situngkir, (32), Rolan Mauludy Dahlan, (29) dan Ardian Maulana, (29). Salah satu yang sedang diteliti oleh peneliti muda BFI itu adalah candi Borobudur. Mereka berhasil buktikan bahwa penguasaan teknologi berbasis geometri fraktal sudah dikenal oleh nenek moyang kita saat membangun Candi Borobudur di atas ketinggian bukit.

BACA jUGA :  Seleznyov dan Zinchenko Tidak Masuk Skuad Ukraina

Sedikit tentang sejarah Borobudur, adalah candi yang diperkirakan mulai dibangun sekitar 824 Masehi oleh Raja Mataram bernama Samaratungga dari wangsa Syailendra, yang menganut agama Budha Mahayana. Candi yang memiliki 2.672 panel relief, serta 504 patung Buddha, itu sempat terkubur oleh lapisan vulkanik selama beberapa abad dan dikelilingi oleh rerimbunan hutan, sebelum akhirnya ditemukan kembali pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Sir Thomas Stamford Raffles.

BFI meyakini teknologi fraktal digunakan para arstitek Kerajaan Mataram yang diperintah Raja Samaratungga dari wangsa Syailendra untuk membangun Borobudur di tahun 824. Hasilnya adalah sebuah tempat ibadah yang begitu megah.

“Tidak dapat dibayangkan bagaimana nenek moyang kita membangun Borobudur yang demikian berat dapat berdiri kokoh dengan tanpa perlu memakukan ratusan paku bumi untuk mengokohkan pondasinya, tak terbayangkan pula bagaimana batu-batu yang membentuk Borobudur itu dibentuk dan diangkut ke area pembangunan di atas bukit,” ujar Erick. Bahkan, dengan kecanggihan teknologi yang ada pada masa kini pun, masih sulit membangun sebuah candi yang mampu menyamai candi Borobudur.

Apa itu Fraktal?

Fraktal dalam bahasa Inggris adalah ‘fractal’ dari kata Latin fractus yang artinya “patah”, “rusak”, atau “tidak teratur”. Istilah itu dipopulerkan oleh Benoît Mandelbrot pada tahun 1975 Sebelum Mandelbrot memperkenalkan istilah tersebut, nama umum untuk struktur semacamnya (misalnya bunga salju Koch) adalah kurva monster. Berbagai jenis fraktal pada awalnya dipelajari sebagai benda-benda matematis.

Geometri fraktal adalah cabang matematika yang mempelajari sifat-sifat dan perilaku fraktal. Fraktal bisa membantu menjelaskan banyak situasi yang sulit dideskripsikan menggunakan geometri klasik, dan sudah cukup banyak diaplikasikan dalam sains, teknologi, dan seni karya komputer.

Konsep Fraktal adalah bentuk geometris yang memiliki elemen-elemen yang mirip dengan bentuknya secara keseluruhan. Itulah yang diterapkan arsitek mataram atas Borobudur. Itu terlihat dari stupa raksasa yang di dalamnya terdiri dari stupa-stupa lain yang lebih kecil. Terus hingga ketidakberhinggaan. “Sungguh mengagumkan nenek moyang kita sudah memiliki pengetahuan seperti itu. Bangunan Candi Borobudur benar-benar bangunan yang luar biasa,” ujar Erick.

BACA jUGA :  Analisis Laga Uji Coba Belanda Vs Inggris

Fraktal adalah benda geometris yang kasar pada segala skala, dan terlihat dapat “dibagi-bagi” dengan cara yang radikal. Beberapa fraktal bisa dipecah menjadi beberapa bagian yang semuanya mirip dengan fraktal aslinya. Fraktal dikatakan memiliki detil yang tak hingga dan dapat memiliki struktur serupa diri pada tingkat perbesaran yang berbeda. Pada banyak kasus, sebuah fraktal bisa dihasilkan dengan cara mengulang suatu pola, biasanya dalam proses rekursif atau iteratif.

Dikatakan Erick, pertanyaan yang memerlukan penelitian lebih lanjut adalah, dengan fakta bahwa Candi Borobudur ternyata dibangun dengan prinsip-prinsip fraktal, adalah apakah teori fraktal pada masa lalu telah ditemukan dan di implementasikan?

“Ini tentunya memerlukan riset yang lebih komprehensif oleh BFI dan para peneliti lain terhadap situs-situs lainya di Indonesia, baik yang telah ditemukan ataupun yang masih terkubur seperti yang sedang ditemukan atau diteliti serius oleh Tim Katastropik Purba,” pungkas Erick. [Sheltercloud]

Bagikan Artikel Ini

Comments

comments

Comments are closed.